CERPEN-CINTA PANDANGAN PERTAMA


CINTA PANDANGAN PERTAMA

By. Afrizal September, 1 Agustus 2012.
Facebook : abankafrizal@yahoo.com / Afrizal September.

Cinta pada pandangan pertama itu, emang slalu membuat kita bertanya-tanya.
Apakah cinta yg kita rasakan itu, bisa kita miliki apa tidak.
Tentunya, kita perlu ada usaha dan keberanian dalam mengungkapkan sebuah rasa yg kita rasakan didalam hati kita.
Contohnya aja saya,,,,, Merasakan sebuah cinta pandangan pertama tu, seakan aku tak percaya akan cinta yg kurasakan itu.

Disaat pertama aku bertemu ama dirinya, diriku telah merasakan, perasaan yg berbeda dan merasakan getaran. Getaran itu kurasakan, saat bertemu dan saat berpandangan mata. Awalnya sich, biasa-biasa saja… lama-kelamaan,,,, perasaan itu timbul begitu saja…
tanpa disangka-sangka menjadi perasaan suka.
Pada saat itu, aku bagaikan orang yg bodoh…. Akan hadirnya getaran cinta, yg datang sesukanya. Mungkin aku orang yg pertama kalinya merasakan apa itu cinta. Sebab itu lah, aku tak mengerti dengan perasaan itu.
Bener kata orang, awal namanya cinta itu….. dari pandangan mata, lalu jatuh ke hati, memberi getaran dihati dan menjadikan getaran itu, menjadi cinta.
Disaat aku melihat senyumanmu, suasana menjadi berubah…. Menjadi suasana yg sunyi dan tidak hampa.
Pada saat rasa cinta ini membara, rasanya aku ingin sekali mengungkapkan tentang perasaan, perasaan suka bercampur cinta. Tapi, keberanian akan ungkapkan cinta…. Rasanya bagaikan berdiri diatas jembatan,,,, yg dibawahnya terdapat jurang terjal…
Takut dan cemas,,,
Takut akan ditolaknya cinta, cemas akan hilangannya cinta.
Mungkin aku orang yg biasa,,,, orang yg ingin merasakan apa itu cinta. Karena, perasaan kurasakan tak bisa kubohongi, akan hadirnya cinta pada pandangan pertama.
Andai aku bisa merintih, betapa sunyinya dirimu disampingku. Berharap tanpa kepastian, ingin mentakdirkan dirimu untuk aku cintai, bukan untuk disakiti.
Walau diriku tak berani ungkapkan cinta. Tapi, diriku selalu berharap dirumu akan singgah dihatiku, yg akan ku simpan menjadi permata cintaku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CERPEN-PERPISAHAN CINTA YANG BERAKHIR PENYESALAN


PERPISAHAN CINTA YANG BERAKHIR PENYESALAN
By Afrizal September, 1 Agustus 2012
Facebook. abankafrizal@yahoo.com / Afrizal September.

          Tak sanggup diriku menerima semua kenyataan ini, ketika semuanya telah menjadi sebuah kenyataan yg nyata. Rasanya aku ingin sekali, mengulang semua masa2 indah bersama dirinya. Tapi, itu semua sia_sia…..”  Karena semuanya telah berlalu dan menjadi sebuah kenangan, didalam sebuah cerita. Aku ingin berbagi cerita tentang sebuah perpisahan. Perpisahan itu tak akan terjadi, bila aku / kita mengerti arti sebuah ketulusan cinta.
          Mungkin aku bukan orang yg bisa mempertahankan sebuah cinta. Aku telah bodoh mengabaikan sebuah cinta yg tulus. Aku bukan orang yg dewasa, yg dapat mengartikan sebuah arti cinta, yaitu ketulusan cinta. Akhirnya aku terdiam tanpa kata, saat perpisahan itu telah menghampiriku. Disaat aku didalam ketidaksadaran ku, hatiku menangis saat aku mengenang sosok bayangan yg pernah hadir dihidupku. Air mata pun keluar, tanpa disengaja. Disaat diriku sadar didalam ketidaksadran ku, sejenak diriku bisa menahan air mata yg keluar, yg perlahan_lahan membasuhi muka. Tapi, itu hanya sejenak yg bisa aku lakukan. Saat aku menutup mata, air mata pun keluar lagi dengan sendirinya. Karena, aku terkenang akan masa lalu aku dengan dirinya. Terasa sedih bila masa_masa itu, ku kenang kembali. Rasanya, aku ingin sekali berteriak bersama deburan ombak, agar penyesalan yg aku rasakan, bisa berkurang dan terbawa oleh kesunyian malam. Perpisahan yg aku terima, seakan bercampur oleh penyesalan. Mensia_sia kan cinta  yg tulus dan pengorbanan yg utuh, membuat aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Dalam hatiku selalu berkata “ Maafkan aku yg telah menghancurkan mekar bunga ditaman hatimu, yg telah layu sebelum berkembang…….,, sesal ku tak bisa menahan atas kepergianmu “.
          Tinta cinta yg slalu kau tuliskan dihatiku, dengan sendirinya terhapus oleh kebodohan yg telah aku lakukan kepadamu. Perpisahan itu sangat menyakitkan untuk aku terima didalam hatiku dan penyesalan itu sulit untuk aku lupakan didalam jiwaku. Untuk mengharapkan dirimu kembali, ibarat layang_layang yg putus. Apabila layang_layang itu sudah putus kita sulit untuk mencari dimana dia akan mendarat dan sulit untuk kembali. Begitu juga dengan aku, yg ingin mengharapkan nya kembali. Tpi, seakan redup tanpa cahaya, yg tidak akan bisa berjalan, akan tersesat bila tanpa arah dan cahaya. Memang tidak mudah menerima semua kenyataan yg telah terjadi, aku pun terdiam didalam kesepian, merenungi atas kesalahan yg aku perbuat. Setiap malam aku pun selalu menyendiri, menyendiri didalam kesendirian ku. Mungkin, aku tak pernah bisa memaafkan diriku sendiri. Mungkin, dengan nyawaku dan mungkin dengan aku tidak ada lagi, aku bisa melupakan kesalahan yg pernah aku perbuat. Rasanya, aku ingin sekali memotong urat nadi tanganku, agar aku bisa terlepas dari belenggu penyesalanku. Aku selalu menyendiri, mengkoreksi atas semua kesalahan yg pernah aku perbuat.
          Pada akhirnya, aku bertemu seseorang wanita. Wanita itu, menasehati dan mengajariku. Katanya,” kita jangan terus berlarut dalam penyesalan, jadikan lah kesalahan yg pernah kita perbuat, sebagai suatu pelajaran untuk kita kedepannya menyambut hari esok yg cerah, biarkan lah masa lalu itu berlalu dengan sendirinya, sambutlah masa depan yg penuh warna “. Aku jadi tersanjung dan terharu, mendengar kata_kata wanita itu. Pada akhirnya aku berpikir, emang benar yg dibilang wanita itu. Kita jangan berlarut terus dalam penyesalan. Biarlah hari esok yg cerah menyambut kita dg penuh warna dan senyuman. Aku pun terobsesi untuk bangkit dari penyesalanku. Akhirnya, aku pun menjalani kehidupanku dengan sempurna dan dengan penuh senyuman. Aku banyak belajar dari kesalahan yg pernah aku perbuat. Pada akhirnya, membuat aku sedikit dewasa untuk mengartikan sebuah cinta yg tulus. Betapa berharganya sebuah cinta yg tulus, bila kita rasakan dengan sepenuh hati.
          Dari kejadian itu, aku banyak belajar tentang ketulusan cinta, tentang belajar dewasa kan diri dan tentang perpisahan yg berakhir penyesalan yg sangat menyakitkan. Sebab itu lah, apabila suatu saat nanti aku mendapatkan penggantinya, aku tidak akan mensia_sia kan cinta itu. Karena, aku telah sadar betapa menyakitkan perpisahan yg berakhir penyesalan. Masa lalu itu, kuharap tidak akan terulang kembali. Masa lalu yg telah ku alami, biarlh berlalu dan aku jadikan sebuah catatan di dalam hidupku dan perjalanan hidupku.
Wassalam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS