PENDEKATAN MANAJEMEN
(Materi Kuliah Asas-asas
Manajemen)
APAKAH PENTINGNYA MEMPELAJARI PENDEKATAN MANAJEMEN?:
Dalam mempelajari pendekatan-pendekatan manajemen terlebih dahulu kita
mengenal dua istilah yang berhubungan dengannya, yaitu pemikiran manajemen dan
teori manajemen.
PEMIKIRAN MANAJEMEN (management thought) : menunjuk teori dan prinsip2 yang menuntun
manajemen orang dalam organisasi.
Pemikiran manajemen merupakan teori yang mengantar manajer dalam memahami
dan mengatur orang2 yang bekerja untuk mereka.
TEORI MANAJEMEN: adalah teori yang menjelaskan mengapa
suatu praktek tertentu adalah efektif atau tidak efektif.
Teori manajemen dibutuhkan untuk memprediksi dan mengontrol perilaku
manusia dalam lingkungan kerja. Tanpa teori seorang manajer tidak
tahu mengapa organisasinya berhasil atau tidak berhasil. Tanpa pemahaman manajer tidak ingin berusaha
mencapai sasaran dimasa yang akan datang.
Karena manajemen adalah disiplin terapan yang relatif baru, maka kita perlu
mempelajari ide2 dari teori2 yang sudah pernah ada. Disinilah pentingnya kita
mempelajari pendekatan atau teori-teori manajemen.
BAGAIMANAKAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN ?
Teori2 manajemen yang ada sekarang ini merupakan
hasil dari sebuah evolusi sejak manusia ada hingga akhir abad 20.
Beberapa istilah yang digunakan dalam menjelaskan
evolusi pemikiran manajemen adalah :
-
mashab (school)
-
pendekatan (approach)
- gerakan (movement)
- teori ( theory )
Namun ada kecenderungan menggunakan istilah
pendekatan/teori.
Dalam hal ini teori/pendekatan manajemen yang satu saling melengkapi
teori/penedekatan manajemen yang berkembang sebelumnya.
PENDEKATAN
UTAMA DALAM TEORI MANAJEMEN
- PRA KLASIK - Praktek-praktek manajerial dan manajer ahli serta perhatiannya terhadap efisiensi dan efektifitas organisasi sudah ada sejak sebelum Revolusi Industri di Inggris.
- Praktek-praktek manajerial telah ada sejak
jaman Babilonia, Mesir, Cina, Romawi, yang terbukti dari
hasil-hasil yang dicapai oleh Negara-negara tersebut.
- Sudah ada herarkhi organisasi,
spesialisasi, konsep staf dan deskripsi kerja.
- Adanya Revolusi Industri merupakan puncak
kejadian dan perubahan dalam manajemen kerja sama dalam
organisasi.
-
Mulai diterapkannya teknik mesin dalam proses produksi dan adanya kerja sama
yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang bisa mengelola kerja sama
dlm organisasi tsb.
- PENDEKATAN KLASIK
( PENDEKATAN TRADISIONAL/PENDEKATAN
MEKANISTIK )
Cabang Utama Pendekatan klasik
untuk manajemen adalah :
a)
Pendekatan Manajemen Ilmiah
b)
Pendekatan Manajemen Administratif
c)
Pendekatan Manajemen Birokrasi
PENDEKATAN
MANAJEMEN ILMIAH
Tokoh gerakan manajemen ilmiah adalah FW. Taylor (Bapak gerakan manajemen ilmiah). Karyanya
adalah Principles of Scientific Management.
Pemikirannya adalah Teori Fisiologi, yaitu pengaturan penggunaan fisik
manusia sebaik2nya dalam proses produksi.
Revolusi industri merupakan puncak kejadian dan perubahan manajemen dalam
organisasi, dan mulai diterapkannya
teknik mesin dalam proses produksi serta adanya kerja sama yang besar dan rumit shg memerlukan manajemen yang
bisa mengelola kerja sama dlm organisasi tsb.
PENDEKATAN MANAJEMEN
ADMINISTRATIF
Tokoh : Henry Fayol
Pendekatan Manajemen
Administratif adalah pendekatan yang berpusat pada prinsip2 yang dapat
digunakan oleh manajer untuk koordinasi kegiatan dlm organisasi.
Pendekatan ini menitik
beratkan pada para manajer (Top Level Theory).
Aspek2 pokok yang
dibahas dalam Manajemen Administratif:
a) Aktivitas Organisasi, meliputi bidang:
- Kegiatan Komersial
- Kegiatan Finansial
- Kegiatan pengamanan
- Akuntansi
b) Fungsi2 Manajemen. Fungsi2 manajemen harus dilaksanakan oleh
manajer. Fungsi pertama mendahului fungsi yang lain ( fungsi planning –> fungsi controlling ).
c) Prinsip2 manajemen yang jumlahnya 14 prinsip. Prinsip2 tsb
bersifat fleksibel dapat disesuaikan dengan kondisi.
Prinsip-prinsip manajemen:
1) Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi
2) Adanya wewenang dan tanggung jawab
3) Disiplin. Tiap kegiatan dpt berjalan dengan
wajar jika tiap2 pegawai mentaati dan menghormati peraturan organisasi
4) Kesatuan perintah. Tiap2 pegawai harus
menerima perintah hanya dari satu atasan saja, spy tidak bingung.
5) Kesatuan arah. Tiap kegiatan organisasi
dengan tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang manajer
6) Mendahulukan kepentingan umum diatas
kepentingan probadi.
7) Imbalan atau pemberian upah. Harus diberikan
secara adil dan layak
8) Sentralisasi atau pemusatan. Setiap tanggung
jawab akhir pelaksanaan kegiatan psds skhirnys disentralisasi pada orang yang
menduduki posisi puncak.
9) Jenjang. Kedudukan orang2 perlu disusun dalam
satu jenjang dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
10) Keteraturan atau Tata tertib. Perlu pembuatan
jadwal dan aturan jam kerja.
11) Keadilan. Terhadap semua bawahan, manajer
harus berlaku adil, sama, baik dan jujur. Dengan begitu akan membangun
loyalitas dan inspirasi bawahannya.
12) Stabilitas masa jabatan. Pergantian pegawai
yang tinggi dan tidak diperlukan menunjukkan manajemen yang buruk.
13) Prakarsa. Memberi kesempatan pada karyawan
untuk memecahkan masalah dalam pekerjaannya.
14) Semangat korps. Membangun kebersamaan dan
semangat bersatu antara sesama anggota organisasi.
d) Pendidikan manajemen
- melihat bahwa kemampuan manajerial atau ketrampilan
manajerial penting.
- perlu ada pengajaran manajemen
melalui pendidikan formal disekolah2
- perlu adanya teori2 manajemen.
PENDEKATAN MANAJEMEN BIROKRASI
- Merupakan pdkt manajemen ideal untuk
organisasi.
- Menekankan pada aturan2, herarkhi, pembagian kerja yang jelas dan tuntas, mengikuti prosedur2, menitik beratkan
pada
struktur organisasi secara menyeluruh.
PERIKSA KEMBALI
PADA MATERI TENTANG BIROKRASI !!
- PENDEKATAN MANAJEMEN PERILAKU
Cabang utama pendekatan ini :
1) Pendekatan
hubungan manusia
- Tokoh : Elton Mayo
- Pemikirannya: Howthorne
study.
- Produktivitas bukan disebabkan oleh aspek fisik (lingkungan kerja, upah, dll), tetapi disebabkan oleh saluran reaksi emosional yang rumit (perhatian
pimp., supervisor yang simpatik,
hubungan baik dg teman kerja/atasan,
dsb)
- Pdkt humanistis –
menekankan aspek manusiawi
- Melengkapi teori
klasik (mekanistik).
2) Pendekatan
Perilaku
-Menekankan faktor manusia sec.manusiawi dan
individual
- Tokoh : Abraham Maslow
- Pemikirannya : Herarkhi kebutuhan manusia
- Manusia memasuki organisasi untuk memenuhi kebutuhannya
(kebutuhan fisik, mencari teman, harga
diri,mendapatkan penghasilan, dsb)
- Organisasi ingin berproduksi memerlukan
sumbangan (kerja) dari tenaga kerja.
- Herarkhi kebutuhan
manusia (A. Maslow):
(Kebutuhan
fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan afiliasi, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan
aktualisasi diri)
- Manajer: harus mampu mengintegrasikan baik kebutuhan
organisasi maupun kebutuhan karyawannya, dan membimbing para pekerja untuk diarahkan pada tujuan-tujuan
organisasi.
TABEL I
PERBEDAAN PENDEKATAN MEKANISTIS DAN HUMANISTIS
PERBEDAAN PENDEKATAN MEKANISTIS DAN HUMANISTIS
Mekanistis
|
No.
|
Humanistis
|
Pekerja dianggap sebagai manusia rasional.
|
1.
|
Pekerja dianggap sebagai
manusia sosial
|
Menekankan pada hubungan formal dan impersonal.
|
2.
|
Menekankan hubungan
sosial dan interpersonal
|
Motivasi melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi
|
3.
|
Motivasi melalui
pemenuhan kebutuhan sosial
|
Produktivitas ditingkatkan
melalui perbaikan kondisi fisik
|
4.
|
Produktivitas ditingkatkan
melalui perbaikan kondisi sosial
|
Ulber
Silalahi (2002:112).
4. PENDEKATAN
KUANTITATIF
- Dikembangkan
untuk menyelidiki bagaimana teknik2 kuantitatif dapat meningkatkan pembuatan keputusan managerial.
- Dasar
pendekatan kuantitatif : adanya asumsi bahwa teknik matematik, statistik dan
bantuan informasi dapat digunakan untuk pembuatan keputusan, pemecahan masalah
managerial dan efektivitas organisasi.
Cabang-cabang utama pendekatan kuantitatif :
1). Manajemen science
(berbeda dg scientific management).
Yaitu menggambarkan aplikasi ilmiah
dari teknik2 matematik dan metode statistik untuk problem2 manajemen.
2). Manajemen operasi.
Merupakan perkembangan
dari management science dlm organisasi dengan
penggunaan komputer untuk
pemrosesan data secara cepat
5. PENDEKATAN
MANAJEMEN KONTEMPORER
- Pendekatan mekanistis dan pendekatan humanistis : belum dapat menjelaskan efektivitas organisasi karena lebih menekankan pada dimensi internal organisasi.
- Ternyata efektivitas organisasi juga ditentukan oleh dimensi eksternal organisasi.
- Pendekatan ini disebut pendekatan kontemporer “atau” pendekatan modern untuk manajemen.
- Pendekatan modern menghormati “pendekatan klasik”, “pendekatan perilaku” dan “pendekatan kuantitatif”.
- Para ahli mengakui bahwa tidak satupun teori/pendekatan yang berlaku universal untuk segala situasi, karena setiap organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
CABANG UTAMA PENDEKATAN KONTEMPORER:
1) Teori sistem
Dasar anggapan teori sistem:
a) Memandang organisasi sebagai suatu sistem,
baik sistem terbuka maupun tertutup, yaitu bagian2 yang saling berhubungan
dalam mencapai tujuan bersama.
b) Memandang organisasi sebagai subsistem dari
sistem global sehingga tergantung pada lingkungan sistem tersebut.
Kesimpulannya
: dalam perspektif pendekatan sistem, organisasi dan kegiatan2 manajerial
dipandang sebagai kesatuan yang terdiri atas bagian2 yang saling berhubungan.
Kegiatan
dari bagian manapun dalam organisasi mempengaruhi kegiatan dari setiap bagian
yang lainnya.
Untuk mempersatukan bagian2 organisasi secara keseluruhan atau sebagai
satu kesatuan, manajer harus berkomunikasi dengan para pegawai serta bagian2
lain dan lingkungannya.
2) Pendekatan Kontingensi
- Juga disebut Pendekatan Situasional.
- Pdkt ini menekankan bahwa tindakan manajerial yang tepat tergantung pada universal yang dapat diterapkan dalam segala situasi organisasi (lingkungan organisasi).
- Satu pendekatan barangkali efektif digunakan dalam mengatasi masalah pada situasi tertentu tetapi tidak tepat lagi pada situasi yang lain. Situasi yang dimaksud disebut variable kontingensi.
BUKU-BUKU YANG PERLU DIPELAJARI MAHASISWA:
1.Ulber
Silalahi.2002. Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen. Mandar Maju.Bandung.
2. Winardi. 2000. Asas-asas
Manajemen. Mandar Maju. Bandung.
3. Winardi. 2003. Teori
Organisasi dan pengorganisasian. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
0 comments:
Post a Comment