Aku Kan Selalu Setia


“AKU KAN SELALU SETIA”
Karya : Afrizal
Facebook : abankafrizal@yahoo.com / Afrizal Lazirfa September

Dalam sebuah perjalanan cinta, seringkali kita banyak menemukan sesuatu yang terkadang sulit untuk kita terima. Tapi, adanya arti sebuah cinta dan saya mengerti akan arti cinta tersebut, perlahan-lahan saya bisa menerima sebuah kenyataan yang menurut saya sulit untuk saya terima atau saya artikan,,,Saya akan menceritakan sebuah perjalanan cinta singkat.
            Didalam cerita ini, saya dan pacar saya saling mencintai dan menyayangi. Karena keutuhan cinta dan kasih sayang yang tulus, kami berdua telah merangkai dan mengucapkan janji yaitu tak kan lengkap hidup ini dan tak kan sempurna cinta ini,kalau tidak dilengkapi dengan pernikahan, itulah cita-cita kami berdua.
Pada suatu ketika, disaat saya dan pacar saya sedang menghadiri acara ulang tahun teman saya. Saat itu, saya dan pacar saya lagi asyik mencicipi makanan yang ada dimeja makan. Tiba-tiba, datanglah  teman saya menghampiri saya dan pacar saya. Tidak lama kemudian, teman saya itu menanyakan suatu pertanyaan yang membuat saya dan pacar saya terpaku. Kata teman saya “ kapan kalian berdua menikah??? Saya pun menjawab “ emangnya kenapa nanya kayak gitu??? Teman saya pun menjawab “ kalian berdua kan sudah lama pacarannya, masa kalian berdua tidak ada niat untuk menikah??? Saya dan pacar saya pun tersenyum dan tertawa mendengar perkataan teman saya.” Kok tertawa sih, wajar kan kalau saya nanya kayak gitu sama kalian berdua??? Saya pun menjawab “ wajar-wajar saja, kalau kamu nanya kayak gitu sama kami” kata teman saya pada saat itu “ jadi, kapan kalian berdua menikah??? “ sebentar lagi kok” jawab saya  sama teman saya itu.
Pada saat itu, teman saya senang dan bahagia mendengar kabar kalau saya sebentar lagi mau menikah. Setelah kami selesai berbincang-bincang, datanglah teman saya yang lainnya yaitu tuan rumah yang merayakan ulang tahun. Pada waktu itu, teman saya itu mengajak saya dengan pacar saya liburan bersama teman-teman lainnya. Pada saat itu, kami saling berbincang-bincang untuk menentukan lokasi tempat liburan nanti. Beberapa menit kemudian, akhirnya kami dapat menentukan lokasi tempat liburan untuk besok. Pada waktu itu, kami sepakat untuk liburan  kedaerah puncak. Sebab, kami memilih lokasi tersebut, karena daerahnya bagus dan pemandangan daerah itu sangat indah. Setelah kami selesai berbincang-bincang, saya dan pacar saya pun langsung pamit pulang.
Keesokan harinya, disaat saya dan pacar saya siap-siap untuk pergi liburan bersama teman-teman, tiba-tiba saya mendapatkan telpon dari orang tua saya, bahwasanya orang tua saya mengatakan, bahwa nenek saya masuk rumah sakit. Pada waktu itu, saya disuruh orang tua saya untuk datang kerumah sakit. Mendengar kabar dari orang tua saya, saya pun langsung menelpon teman-teman saya dan mengatakan bahwasanya saya akan menyusul mereka dan saya menyuruh teman-teman untuk pergi duluan. Pada saat itu, teman-teman sangat memahami saya dan mereka pun pergi duluan kepuncak. Setelah saya selesai menelpon teman-teman, saya dan pacar saya langsung bergegas pergi kerumah sakit. Pada saat kami berdua sampai dirumah sakit, saya pun langsung menanyakan keadaan  nenek kepada orang tua saya.
Pada waktu itu, orang tua saya belum bisa menjelaskan tentang keadaan nenek saya, karena orang tua saya belum bertemu dengan dokter. Beberapa jam kemudian, dokter pun datang menghampiri saya dan keluarga saya. Pada saat itu, dokter mengatakan bahwasanya nenek saya sudah bisa dibawa pulang kerumah. “Karena neneknya Cuma kecapek’an dan perlu banyak istirahat dirumah”. Beberapa menit kemudian, nenek saya pun dibawa pulang kerumah. Seiring dengan itu, saya dan pacar saya pun berpamitan dengan orang tua saya untuk liburan kepuncak. Karena teman-teman sudah duluan pergi kepuncak, akhirnya saya membawa kendaraan sendiri bersama pacar saya. Sewaktu didalam perjalanan mau kepuncak, tidak sengaja saya hampir menabrak seorang nenek-nenek yang lagi menyeberang  jalan. Pada saat itu, saya dan pacar sangat bersyukur, karena nenek itu tidak tetabrak oleh saya. Tapi, pacar saya sangat kaget dan cemas sewaktu hampir menabrak nenek-nenek itu. Tidak lama kemudian, tanpa saya duga, mobil yang saya bawa, ternyata rem depannya blong. Pada saat itu, saya dan pacar saya sangat panik. Pada akhirnya, mobil saya tidak terkendali dan saya pun menabrak mobil yang lainnya. Setelah tabrakan itu, saya dan pacar saya tidak sadarkan diri. Pada saat saya sadar, saya sudah berada dirumah sakit. Pada waktu itu, saya mengalami luka ditangan dan luka dikaki.
Pada saat itu, saya terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu, pada akhirnya saya teringat pacar saya dan saya pun berlari menghampiri salah satu perawat yang ada dirumah sakit itu. Pada saat itu saya menanyakan keadaan pacar saya, dokter pun datang memberitahu kepada saya, bahwasanya pacar saya sekarang lagi dalam keadaan koma. Pada waktu itu, saya dilarang oleh dokter untuk menemui pacar saya. Tapi, saya tidak  menghiraukan perkataan dokter,, saya pun berlari menghampiri pacar saya. Pada waktu itu, saya melihat keadaan pacar saya yang terbaring koma. Pada saat itu, saya  hanya bisa terdiam dan menangis melihat keadaan pacar saya. Hati saya pada saat itu, sangat terpukul dan merasa bersalah, karena semua yang terjadi atas kesalahan saya sendiri. Air mata pun tak hentinya menetes, saat saya melihat keadaan pacar saya yang terbaring koma tak berdaya. Pada akhirnya, dokter pun datang menghampiri saya dan mengatakan bahwasanya kedua kaki pacar saya akan diamputasi dan harus diamputasi. Sebab, kalau tidak diamputasi akan berakibat buruk pada dirinya. Saya pun tak kuasa menahan air mata dan tidak bisa menerima atas perkataan dokter.
Setiap hari, saya selalu menatapi pacar saya yang masih terbaring dan belum sadar dari komanya. Pada saat saya melihat pacar saya yang terbaring tanpa kedua kakinya, saya pun menangis. Satu bulan kemudian, pacar saya pun sadar dari komanya. Pada saat pacar saya sadarkan diri, pada saat itu pacar saya belum tau kalau kedua kakinya tidak ada lagi. Tidak lama kemudian, pacar saya mengetahui keadaan yang dialaminya sekarang ini yaitu kehilangan kedua kaki. Kehilangan kedua kaki,  membuat pacar saya merasa terpukul sekali. Sejenak pacar saya tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Tapi, seiring berjalannya waktu, pacar saya pun bisa menerima keadaan itu. Pada saat itu, pacar saya hanya bisa bersabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. Beberapa bulan kemudian, akhirnya pacar saya memakai kursi roda untuk selama-lamanya. Pada saat pacar saya lagi duduk termenung dirumah, saya mengajak pacar saya pergi  kesuatu tempat yang sangat indah. Pada saat itu, saya memberi kejutan kepada pacar saya, dikarenakan pada hari itu adalah hari ulang tahun pacar saya. Pada waktu saya menyiapkan kue ulang tahun dan menghidupkan lilinnya, saya menyuruh pacar saya untuk berdoa diharu ulang tahunya sebelum pacar saya meniup lilinya, akhirnya pacar saya berdoa dan meniup lilinya. pada waktu itu juga, pacar saya mengatakan sesuatu pada saya. Pada saat itu, pacar saya mengatakan bahwa saya disuruh untuk mencari pacar lagi dan harus meninggalkannya. Pada waktu itu saya sangat terkejut dan terdiam saat mendengar pacar saya mengatakan hal yang sebenarnya tidak mau saya dengar.
Pada waktu itu, saya melihat pacar saya mengeluarkan air mata dan saya pun meminta alasan kepada pacar saya, mengapa pacar saya mengatakan hal tersebut. Sambil menangis, pacar saya menjelaskannya “ tidak ada gunanya pacaran sama saya dan tidak ada untungnya pacaran sama saya, orang yang  cacat, masih banyak diluar sana wanita  yang cantik dan sempurna dibandingkan saya, saya mohon carilah pengganti saya. Sebab saya tidak mau melihat kamu menderita dengan keadaan saya sekarang ini, saya mengatakan semua ini, karena saya sangat mencintai dan menyayangi kamu. Oleh karena itulah,  saya tidak mau melihat kamu menderita, karena keadaan saya sekarang ini ” begitulah yang diucapkan dan dijelaskan oleh pacar saya kepada saya. Pada saat itu, saya pun mengeluarkan air mata, saat pacar saya mengatakan itu. Pada saat itu, hati saya sangat sedih, karena orang yang saya sayangi dan cintai, mengatakan hal tersebut. Pada akhirnya, saya menjelaskan dan menasehati  pacar saya, bahwasanya tidak ada yang sempurna didunia ini. Kekurangan bukan berarti kita tidak layak untuk dicinta. Saya mencintaimu setulus hati, cinta yang pernah  kutuliskan dihatiku sampai saat ini tak pernah terhapus. Saya menerima kekurangan dan keadaanmu sekarang. Dulu sampai sekarang pun,  rasa cinta dan sayangku terhadapmu, takkan pernah berubah. Apapun  akan saya lakukan dan apapun akan saya berikan untuk kebahagianmu. Saya tidak melihat  kekurangan yang ada pada dirimu. Tapi, saya melihat ketulusan cintamu dan kesetian cintamu. Air mata pacar saya pun  tak hentinya keluar mendengar saya berbicara pada saat itu. Saya pun mengatakan kepada pacar saya, bahwasanya tidak ada sedikit pun terlintas dipikiranku untuk mencari penggantimu. Karena, rasa cinta dan rasa sayang  yang sangat besar terhadapmu, membuat diriku terus bertahan. Karena, kamu adalah orang yang pertama dan terakhir didalam hatiku yang mengisi kekosonganku, mendukungku disaat saya butuh semangat, mendampingiku disaat saya sendiri dan menemaniku disaat saya sedih. Tidak lama kemudian, pacar saya memeluk saya dan menangis didalam pelukan saya.
Pada akhirnya, pada saat itu juga saya mengatakan sesuatu kepada pacar saya, bahwasanya “ saya akan melamar dirimu dan mengajak kamu menikah”. Pada waktu itu,  pacar saya sangat senang dan sangat bahagia mendengar kabar yang sangat pacar saya idam-idamkan sejak dulu. Pacar saya pun menerima lamaran dari saya dan akhirnya pacar saya berhenti menangis. Janji yang pernah saya dan pacar saya ucapkan dulu, akhirnya akan terpenuhi. Rasa bahagia pun tak terbendung didalam hati pacar saya. Dalam keadaan pacar saya sekarang ini, rasa sayang dan rasa cinta saya tak pernah berubah dan takkan pernah luntur oleh apapun. Sampai kapanpun saya akan selalu setia, walau keadaan pacar saya sekarang ini, tidak membuat rasa cinta dan sayang saya berkurang kepada dirinya. Pada akhirnya, hari bahagia yang ditunggu-tunggu oleh pacar saya dan saya, akhirnya tiba juga saatnya. Pada saat itu, saya mengucapkan janji suci dan mengucapkan ijab kabul di depan penghulu,saksi, orang tua dan teman-teman. Pada kahirnya ijab kabul telah selesai saya ucapkan dan pada akhirnya, cinta dan sayang kami berdua...telah kami lengkapi dengan pernikahan. Setelah pernikahan itu pun dan sampai sekarang  pun, saya selalu setia dengan isteri saya itu. Sampai kapan pun, saya akan tetap selalu setia...sampai maut memisahkan kami berdua.
WASSALAM!!!!!!!!!!!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment